Wajahnya terlihat bahagia, lalu tangannya merogoh isi tasnya,"Lihatlah.." pamernya padaku.
"SIM?" tanyaku dengan kening berkerut.
"Iya, aku menyikuti saranmu kak" senyum bahagia itu masih nyaman berada di wajahnya.
Aku ikutan tersenyum melihat antusiasnya, tapi berpikir keras, kapan aku menyarankan dia memiliki SIM? diakan...
Sudah lama rasanya tak melihat senyum bahagia itu diwajahnya, karena pengkhianatan suaminya yang tiba-tiba dan mengejutkan banyak pihak. Dan aku menyarankan dia berubah, lebih baik, lebih mandiri daripada menyesali semua yang telah terjadi.
"Lupakan masa lalu, ada hari esok yang menunggu" kataku berusaha bijak, mencoba menenangkan seorang teman yang gundah.
"Ubahlah penampilan, tambah ilmu, coba sesuatu yang belum pernah kamu coba sebelumnya, belajar bawa motor misalnya?" saranku, itu pembicaraan tiga hari lalu.
Dan hari ini, dia tepat berdiri didepanku, memperlihatkan SIM yang baru dimilikinya.
Dengan sebuah tanda tanya di kepalaku, aku baru memberi saran tiga hari yang lalu, tapi dia sudah memiliki SIM, woww...gerak cepat ternyata.
"Sudah lancar ya?" tanyaku setengah takjub.
"Belum kak, belum coba ke jalan besar"
"Lho..SIM-nya?"
"SIM tembak, buat jaga-jaga, kalau ke jalan besar kan, biasa ada polisinya".
Dia makin pintar.
***
#SIM tembak: SIM yang diperoleh tanpa test ketat, cukup isi formulir, terus jepret, jadi deh.
Tulisan ini untuk GA-nya mba Hana Sugiharti
SIM tembak memang ada dimana2 ya... sepertinya malah org cenderung memilih SIM tembak karena lebih mudah. Tapi ya.. itu, kedisplinan org dlm berkendara jadi tdk ada
BalasHapusIya mba Santi, anak smp aja udah pada punya, tipu menipu umur sepertinya hal biasa, andai saja diperketat...jalanan pasti gak ramai kan :-)
HapusHmmm Katanya sekarang dihapuskan SIM tembak nya tapi masih ada aja ya :)
BalasHapusIya mba Hana :-)
HapusHihiii, SIM tembak...ada juga LEM tembak...sukses ya GAnya
BalasHapusSalam
Astin
Hehehh..thanks mba Astin :-)
Hapussalam kembali
jaman tahun 1996 dulu aku ikutan ujian SIM yg sebenarnya juga tidak layak untuk diluluskan, masih ada sistem ujian SIM kolektif. Jadi ada koordinator pembuatan SIM, kemudian mengajukannya ke satlantas. Memang ada tes tulis dan praktek, tapi dijamin lolos deh. Enggak nembak kan berarti?xixiiii... tapi sekarang sudah tidak ada model begitu lagi
BalasHapusWah..mba Uniek hebat! mengikuti prosedur yang benar, hehehh...
Hapusaku banget ini. dulu aku lagi kuliah di bandung, tapi dibikinin sim sama papaku di medan (ortu tinggal di medan). aku cuma disuruh kasih pasfoto ukuran 4x6 dan 10R aja. dan, taraaaaa.. pas aku ke medan, sim itu udah di tangan! :D
BalasHapusWaaa...sim-nya mba Istiadzah Rohyati ternyata...hehehh
HapusSIM tembak memang selalu jadi pilihan yang mudah dan praktis
BalasHapuskayaknya hampir 50% pengemudi mengunakan sim tembak ini ya
Sepertinya begitu mba Lisa :-)
Hapus