Wajahnya terlihat bahagia, lalu tangannya merogoh isi tasnya,"Lihatlah.." pamernya padaku.
"SIM?" tanyaku dengan kening berkerut.
"Iya, aku menyikuti saranmu kak" senyum bahagia itu masih nyaman berada di wajahnya.
Aku ikutan tersenyum melihat antusiasnya, tapi berpikir keras, kapan aku menyarankan dia memiliki SIM? diakan...
Sudah lama rasanya tak melihat senyum bahagia itu diwajahnya, karena pengkhianatan suaminya yang tiba-tiba dan mengejutkan banyak pihak. Dan aku menyarankan dia berubah, lebih baik, lebih mandiri daripada menyesali semua yang telah terjadi.
"Lupakan masa lalu, ada hari esok yang menunggu" kataku berusaha bijak, mencoba menenangkan seorang teman yang gundah.
"Ubahlah penampilan, tambah ilmu, coba sesuatu yang belum pernah kamu coba sebelumnya, belajar bawa motor misalnya?" saranku, itu pembicaraan tiga hari lalu.
Dan hari ini, dia tepat berdiri didepanku, memperlihatkan SIM yang baru dimilikinya.
Dengan sebuah tanda tanya di kepalaku, aku baru memberi saran tiga hari yang lalu, tapi dia sudah memiliki SIM, woww...gerak cepat ternyata.
"Sudah lancar ya?" tanyaku setengah takjub.
"Belum kak, belum coba ke jalan besar"
"Lho..SIM-nya?"
"SIM tembak, buat jaga-jaga, kalau ke jalan besar kan, biasa ada polisinya".
Dia makin pintar.
***
#SIM tembak: SIM yang diperoleh tanpa test ketat, cukup isi formulir, terus jepret, jadi deh.
Tulisan ini untuk GA-nya mba Hana Sugiharti
DoyanNulis
Rabu, 05 Juni 2013
Sabtu, 25 Mei 2013
# Aku dan IIDN
Jadi anggota yang ke-5000 sekian, sempat membuatku merasa ragu bergabung di IIDN, selain karena jumlah anggotanya yang banyak dan terus bertambah, ada rasa gak pede yang sangat besar.
Membaca wall IIDN aja, sudah memudarkan semangatku yang awalnya sangat menggebu-gebu (baca:membara) ingin jadi penulis, tulisan teman-teman sangat mengagumkan, penuh warna, belum lagi ada yang menulis tentang keberhasilan mereka memenangkan sebuah lomba, berhasil menulis sebuah buku, malah sudah banyak yang tulisannya terpampang di majalah dan berbagai wujud prestasi yang bikin aku iri, wah.. makin membuatku merasa tak berdaya, nyaris putus asa, bagaimana mungkin aku si anggota ke-5000 sekian, mampu menyusul ketinggalan.
Terasa jauh mimpiku dengan inginku.
Apalagi aku berasal dari tempat yang jauh, Ujung Sumatera.
Tapi interaksi antar anggota membuat semangatku muncul kembali kepermukaan, ternyata pendatang baru itu bukan hanya aku, dan teman-teman yang bergabung di IIDN sangat baik, bersedia membantu para pendatang baru seperti aku, seiring berjalannya waktu, aku memadamkan raguku, terus belajar untuk maju walaupun hingga kini belum berhasil menulis apapun apalagi buku.
Di IIDN banyak ilmu yang bertebaran, yang bisa kita pelajari, yang akan membuat tulisan kita lebih baik, aku sudah merasakannya, awalnya aku menulis sesukaku, menurutku tulisan itu seni, expresi diri, terserah kita, sesuka kita, bebas tak terbatas dan tanpa aturan, aihh..ternyata tulisan itu memang seni, expresi diri, terserah dan sesuka kita, juga bebas tak terbatas tapi ada aturan EYD, hehe..sesuatu yang sangat ku abaikan dulu.
Inilah aku, masih dalam tahap menuntut ilmu agar tulisanku lebih baik, lebih berwarna.
Dan tiada hari tanpa melihat grup ini.
Selamat ulang tahun yang ke 3 buat grup keren ini, semoga tetap sukses dan selalu menebar ilmu buat kebaikkan.
Dan terima kasih buat teman-teman yang selalu bersedia membantu.
***
Membaca wall IIDN aja, sudah memudarkan semangatku yang awalnya sangat menggebu-gebu (baca:membara) ingin jadi penulis, tulisan teman-teman sangat mengagumkan, penuh warna, belum lagi ada yang menulis tentang keberhasilan mereka memenangkan sebuah lomba, berhasil menulis sebuah buku, malah sudah banyak yang tulisannya terpampang di majalah dan berbagai wujud prestasi yang bikin aku iri, wah.. makin membuatku merasa tak berdaya, nyaris putus asa, bagaimana mungkin aku si anggota ke-5000 sekian, mampu menyusul ketinggalan.
Terasa jauh mimpiku dengan inginku.
Apalagi aku berasal dari tempat yang jauh, Ujung Sumatera.
Tapi interaksi antar anggota membuat semangatku muncul kembali kepermukaan, ternyata pendatang baru itu bukan hanya aku, dan teman-teman yang bergabung di IIDN sangat baik, bersedia membantu para pendatang baru seperti aku, seiring berjalannya waktu, aku memadamkan raguku, terus belajar untuk maju walaupun hingga kini belum berhasil menulis apapun apalagi buku.
Di IIDN banyak ilmu yang bertebaran, yang bisa kita pelajari, yang akan membuat tulisan kita lebih baik, aku sudah merasakannya, awalnya aku menulis sesukaku, menurutku tulisan itu seni, expresi diri, terserah kita, sesuka kita, bebas tak terbatas dan tanpa aturan, aihh..ternyata tulisan itu memang seni, expresi diri, terserah dan sesuka kita, juga bebas tak terbatas tapi ada aturan EYD, hehe..sesuatu yang sangat ku abaikan dulu.
Inilah aku, masih dalam tahap menuntut ilmu agar tulisanku lebih baik, lebih berwarna.
Dan tiada hari tanpa melihat grup ini.
Selamat ulang tahun yang ke 3 buat grup keren ini, semoga tetap sukses dan selalu menebar ilmu buat kebaikkan.
Dan terima kasih buat teman-teman yang selalu bersedia membantu.
***
Langganan:
Komentar (Atom)